Startup UKM VS Startup Digital

Tulisan ini ditulis oleh Mohammad Rosihan, aktivis komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan Founder Saqina.com

.

Sama-sama Startup, pemula, memulai bisnis baru. Sama-sama punya mimpi, punya cita-cita, punya cara yang diyakini, punya sesuatu yang akan diperjuangkan.

.

Sama-sama punya modal, punya tim, punya produk, yakin punya pasar, punya rencana, punya strategi dan punya action.

.

Lalu apa bedanya ? ini pengalaman saya pribadi, bukan sebuah definisi.

.

Saya memulai bisnis sebagai Startup UKM, merintis usaha dari gaji+tunjangan terakhir 7.5 juta. Karena saya kerja terakhir di Agrakom/Detikcom sebagai Project Manager beberapa proyek web development, maka ketika saya keluar kerja, maka saya kerja tidak jauh-jauh dari dunia web development. Ini tahap Self Employee. Lalu perlahan rupiah demi rupiah dikumpulkan. Ketika 2007 ganti ke usaha dagang busana muslim SAQINA, polanya sama. Buka satu toko, dua toko, tiga toko dst. Juga buka toko online satu, dua, dst. Cerita ini sudah banyak dimuat di koran, majalah dan TV.

.

Intinya, dalam mengembangkan bisnis, saya merangkak. Menapak tangga demi tangga pertumbuhan organik. Bisnis membesar sesuai keuntungan usaha. Kadang-kadang melompat sedikit dengan modal utang dan investasi teman. Ada untung ada rugi. Ada buka ada tutup. Bisnis saya adalah hidup saya, ada tangis dan tawa, begitu melekat dihati, di jiwa dan raga. Setiap berdoa, selalu terselip doa-doa bisnis. Penuh rasa perjuangan menjadi pengusaha, juga sikap mental dan stamina bertahan, komitmen tinggi untuk terus berusaha. Merangkak hati-hati, penuh perhitungan dan begitu sayang dan cinta pada bisnis saya. Bahkan merek dagang pun akhirnya melekat pada personal branding saya.

.

Pola di atas disebut Bootstrapping, khas UKM dalam memulai dan membesarkan bisnis. Dan di TDA adalah bootstrapping, saya sudah banyak bergaul dengan teman pemula di TDA selalu mindsetnya adalah bootstrapping.

.

Tahun 2012, saya ingin sesuatu yang baru. Masuk di dunia Startup Digital. Saya memisahkan bisnis online eCommerce SAQINA.COM dengan bisnis jaringan toko offline SAQINA, untuk siap dijual sahamnya dan di Invest oleh Venture Capital – Ideosource. Apa tujuannya? Tidak lain adalah membesarkan SAQINA.COM dengan cara baru, maindset baru, pola baru, networking baru dan semangat baru.

.

Lalu saya memulai babak baru Saqina.com sebagai Startup Digital. Masuk ke komunitas dan membangun network digital. Hadir di Kopdar Onlineshop, berkenalan dengan IDEA, bergabung di Indipreneur Telkom, main di GEPI, hadir di even akbar Startup Asia 2013. Terbukalah mata saya terhadap dunia baru dunia Startup eCommerce saat ini. Terutama bagaimana cara mereka membesarkan bisnis Startup Digital/eCommerce. Dunia startup sedang ramai dengan eCommerce. Banyak eCommerce baru lahir, tampilannya langsung keren dan semua fasilitas pendukung sudah ada. Mereka sudah mempunyai contoh sukses Startup eCommerce.

.

Kisah sukses Berrybenka yang didirikan tahun 2011, tumbuh dengan cepat dengan pendanaan awal dari investasi East Ventures, lalu mendapatkan investasi lagi Seri A awal 2103 dari GREE Ventures dan akhir 2013 ini sukses mendapatkan Investasi Global Seri B dari TransCosmos dengan investasi sebesar 5 juta dolar US. Siap menggempur pasar Indonesia dengan modal 5 juta dolar yang setara hampir 50 milyar rupiah. Kira-kira bagaimana hasilnya ?

.

Itulah cara Startup Digital. Sama-sama memulai dengan mimpi, mempunyai cita-cita. Namun mereka punya visi yang berbeda. Mereka membangun mainan digital mereka dengan BAGUS dan CEPAT ! lalu segera ditawarkan ke investor awal. Jika bisnis mereka laku, investor awal akan menanamkan modal awal dan langsung mendorong segera tumbuh dengan cepat. Jika tumbuh, momentum ini dijual lagi ke investor kedua. Jika masih tumbuh dijual lagi ke investor ketiga dan seterusnya. Lalu suatu saat para Founder bisnis ini akan exit dengan Exit Strategy yang sudah direncanakan, dengan membawa jutaan dolar hasil penjualan saham mereka. Bagi yang ngga ngerti, lihatlah film Facebook atau Alibaba Group.

.

Startup UKM mindsetnya Boostrapping, tumbuh organik, dan tidak pernah terbayang exit dari bisnisnya, kecuali sudah tua renta tak berdaya. Membangun produk dengan organik, menguasai pasar sesuai kemampuan, beriklan secukupnya. Menjangkau modal dari gesek tunai, KTA, KUR sampai pinjaman usaha Bank. Founder mendapatkan hasil usaha dari keuntungan usaha dan mewariskannya ke anak cucu.

.

Startup Digital midsetnya Lean Startup, tumbuh artifisial, cepat dan cepat, merumuskan produk cepat, merebut pasar dengan cepat, dan menguasai branding ke pelanggan dengan cepat, semua didukung dengan networking ke investor global. Disini Founder mendapatkan hasil usaha dari exit strategi menjual semua saham, dan bikin bisnis baru lagi dengan pola sama dst.

.

So …. Semua adalah permainan … dan menjadi pengusaha adalah bermain-main. Jangan serius-serius amat yaaa …..selanjutnya terserah anda …he…he…

.

Salam

Rosihan

.

CEO & Founder SAQINA.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *